Kakawin Sumanasāntaka mati karena bunga sumanasa karya Mpu Monaguna

kajian sebuah puisi epik Jawa kuno

Mpu MONAGUNA

Collection : Naskah dan dokumen Nusantara (= Textes et documents nusantariens)

Collection's number: 32

Editor: Worsley (Peter Maurice), Supomo S., Fletcher (Margaret), Hunter (Thomas M.)

Edition: EFEO - Coéditions, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Publication date: 2014

Status : Other Distributor

0,00

ISBN-13 : 978-979-461-861-5

Width : 16 cm

Height : 24 cm

Weight : 0.7 kg

Number of pages : 664

Distributor : Autre éditeur

Geography : Indonesia

Language : Indonesian

Place : Jakarta

Support : Papier

Description :

XVI + 628 p., 24 cm, paperback, indonesian

Read more Read less
Other Distributor
This article has been added to the basket

Abstract

Kakawin Sumanasāntaka, puisi epik abad ke-13 karya Mpu Monaguṇa, adalah sebuah gubahan ke dalam bahasa Jawa Kuno dari cerita Kālidāsa tentang Pangeran Aja dan Putri Indumatī yang dikisahkan dalam Raghuvaṃṡa, karya berbahasa Sanskerta yang termasyhur. Dalam kakawin ini, sang pujangga memanfaatkan cerita yang me,jadi sumbernya untuk melukiskan dan membahas kehidupan di alam Jawa pada masanya.
 
Dalam buku Sumanasāntaka; Mati karena Bunga Sumanasa karya Mpu Monaguṇa ini, para penulis mempersembahkan suntingan dan terjemahan kakawin karangan Mpu Monaguṇa, dengan menyertakan pendahuluan mengenai penyuntingan naskah-naskah dan sejarah kakawin ini maupun ceritanya, terutama dalam kaitan dengan Raghuvaṃṡa. Teks dan terjemahan dilengkapi dengan komentar berupa keterangan panjang lebar atas masalah-masalah yang dihadapi para penulis dalam menafsirkan teks.
 
Peter Worsley, yang meraih gelar S3 (1972) di Universitas Leiden, Belanda, adalah Profesor Emeritus di Jurusan Kajian Indonesia di Universitas Sydney, Australia. Peter Worsley telah menerbitkan berbagai buku maupun makalah tentang sejarah kesusastraan dan kesenian Jawa dan Bali masa lampau.
 
S. Supomo, yang meraih gelar S3 (1971) di Australian National University, adalah Research Associate di bidang Asia Tenggara Kepulauan di Universitas tersebut. S. Supomo telah menyuting dan menerbitkan beberapa kakawin Jawa Kuno, termasuk Bhāratayuddha (1993). Selain itu, sejumlah makalah tentang sastra Jawa Kuno telah ia terbitkan.
 
Mendiang Margaret Fletcher meraih gelar S3 (2003) di Universitas Sydney, Australia. Ibu Margaret sempat cukup terkenal sebagai penyunting dan penerjemah karya-karya sastra Jawa Kuno. Di antara teks yang ia garap ada Kidung Wargasari dan Kakawin Añang Nirartha.
 
Thomas M. Hunter, yang meraih gelar S3 (1988) di Universitas Michigan, Amerika Serikat, sekarang menjabat Dosen Bahasa Indonesian dan Sanskerta di Univesitas Britsih Columbia, Canada. S. Thomas Hunter telah menerbitkan banyak makalah, bab buku dan terjemahan terkait dengan sastra kuno Jawa dan Bali.

Table of contents

Kata Pengantar
 
Bagaian Pertama
            Bab 1 Tentang Kakawin Sumanasātaka
                        Ringkasan Sumanasātaka, dengan mengacu pada Raghuvaṃṡa
                        Penyair dan puisinya
                        Penyair dan manggala-nya
                        Resepsi Sumanasātaka di Jawa dan Bali
                        Sumanasātaka dan karya ilmiah modern
 
            Bab 2 Tentang Edisi
                        Naskah Sumanasātaka
                        Hubungan naskah-naskah terpilih
                        Pemilihan bacaan
                        Transliterasi dan ejaan
 
Bagian Kedua
            Teks dan Terjemahan
                        Episode 1: Penggodaan Tṛṇawindu dan kematian Hariṇī
                        Episode 2: Kelahiran dan masa kecil Putri Indumatī
                        Episode 3: Persiapan swayambara Putri Indumatī
                        Episode 4: Perjalanan Pangeran Aja ke Widarbha untuk mengikuti
                        swayambara
                        Episode 5: Upacara piḍuḍukan Putri Indumatī
                        Episode 6: Swayambara Putri Indumatī
                        Episode 7: Pernikahan Pangeran Aja dan Putri Indumatī
                        Episode 8: Perjalanan Pangeran Aja dan Putri Indumatī ke Ayodhyā
                        Episode 9: Pangeran Aja dan Putri Indumatī di Ayodhyā
                        Episode 10: Indumatī kembali ke surga
                        Episode 11: Aja mangkat dan bersatu kembali dengan Indumatī
                        Epilog
            Komentar
 
Bagian Ketiga
            Lampiran 1
                        Kolofon dalam naskah-naskah
 
            Lampiran 2
                        Ringkasan Kidung Sumanasantaka dengan mengacu pada Kakawin
                        Sumanasāntaka
 
            Lampiran 3
                        Daftar pola metrum yang terdapat dalam Sumanasāntaka
 
            Lampiran 4
                        Daftar nama diri yang terdapat di dalam Sumanasāntaka berkenaan dengan
                        Raghuvaṃṡa sarga 5-8
 
            Lampiran 5
                        Daftar kata
 
Singkatan
 
Bibliografi

About the collection

Naskah dan dokumen Nusantara (= Textes et documents nusantariens)

Koleksi Naskah dan Dokumen Nusantara yang diterbitkan di Indonesia oleh Ecole française d'Extrême-Orient bertujuan menerbitkan suntingan naskah daerah, baik yang berupa transkripsi rekaman maupun yang berupa naskah yang belum pernah terbit. Naskah-naskah tersebut dimaksudkan untuk kalangan ilmiah dan akan disertai pengantar ringkas, ikhtisar dan apparatus criticus seperlunya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Perancis.
 
Sejumlah besar dokumen tersebut terancam punah atau bila tersimpan dalam perpustakaan, masih menunggu penyuntingan, analisa dan terjemahannya. Sebagai pendahuluan bagi penelitian yang lebih mendalam, maka Ecole française d'Extrême-Orient menyediakan koleksi ini untuk para peneliti yang bersangkutan. Dengan demikian Ecole française d'Extrême-Orient berharapan dapat ikut serta memberi sumbangan dalam memperkenalkan kebudayaan Nusantara.
 
Cette collection de Textes et documents nousantariens, publiée en Indonésie par l'Ecole française d'Extrême-Orient, a pour but l'édition de textes vernaculaires transcrits à partir d'enregistrements originaux ou manuscrits inédits. Ces textes seront mis à la disposition du public scientifique accompagnés, en indonésien et en français, d'une présentation succincte, d'un résumé et de l'apparat critique nécessaire.
 
Nombre de ces documents sont menacés de disparition ou, dans le meilleur des cas, attendent dans les bibliothèques une édition critique, une analyse et une traduction. Précédant ces recherches plus approfondies, l'Ecole française d'Extrême-Orient se propose d'ouvrir cette collection aux divers spécialistes concernés et désire ainsi contribuer à une meilleure connaissance des cultures nousantariennes.

Related books